Basa – basi sedikit.
Hari ini gue akan sedikit mengulas tentang pengecut. Yap, pengecut. Menurut lo orang yang pengecut kayak gimana?
Kalo definisi pengecut yang gue dapet dari internet, pengecut itu adalah seseorang yang tidak berani mengahadapi kebenaran dan kenyataan nya sendiri sebagai satu individu.
Mungkin ada perbedaan pandangan tentang definisi ini, tapi semua sama kok intinya, orang yang nggak berani menghadapi suatu kebenaran hidup.
Apa menurut kalian ini termasuk perbuatan pengecut? Yak, coba silakan dibaca beberapa paragraf dibawah ini
Kurang lebih 4 tahun lebih terbebas dari penyakit yang kata orang banyak mematikan itu, yaps kanker. Sekedar sekilas info, kanker yang gue derita yaitu kanker tulang.
Oke lanjut..
Alhamdulillah sampai saat ini gue masih sehat walafiat dan yang penting masih bisa berdiri diatas kaki gue sendiri
Tapi bukan berarti bayang – bayang dan kenangan bertemu si kanker beberapa tahun lalu itu terlupakan. Sampe saat ini gue masih takut, sangat takut mungkin. Takut kalau dia akan kembali dan merenggut semuanya lagi.
Beberapa waktu setelah si kanker itu pergi, gue coba memperbaiki dan membangun diri gue dari awal. Dari mulai menumbuhkan rasa percaya diri yang sempat pudar, mengubur semua rasa minder dalam – dalam, dan menggantikannya dengan semangat dan prinsip yang baru. Karena kanker sudah membuat gue sedikit ‘berubah’ dari sebelumnya. Terornya tak henti – henti dia berikan ke gue. Bahkan sampai saat ini.
Cita – cita gue adalah menjadi seorang dokter kanker anak, tapi jujur gue sangat takut dengan dokter. Mungkin lebih tepatnya bukan takut sama dokternya, tapi apa yang akan dia katakan ke gue, apa yang akan dia komentari tentang gue dan tubuh gue.
Yaps, gue takut dokter bakalan ngomong beberapa kata yang bakalan meremukkan hati gue (lagi), seperti yang mereka lakukan beberapa tahun lalu itu. Bahkan, gue lebih takut mendengar kenyataan tentang ini daripada menjalaninya.
Karena, dengan mendengar kenyataannya, perasaan yang namanya galau, kalut, gamang, bimbang, bingung, bakalan jadi satu. Gue ngga tau harus gimana, semangat yang sudah mulai dibakar sejak beberapa tahun lalu itu mungkin akan redup, pemikiran optimisme yang sudah didoktrinkan bakalan ilang gitu aja dengan beberapa kata. Hanya beberapa kata kawan!!
Misalnya, “yak, kamu kena ……..” atau “kamu harus di…….”. ya kalimat – kalimat semacam itu yang bisa langsung mengkeruhkan pemikiran jernih seseorang (dalam hal ini gue).
Dan soal gimana ngejalaninnya, gue mungkin lebih bisa ngontrol diri, yaa setidaknya pada saat perjalanannya gue ngga sempet nge-galau atau ngerasain perasaan – perasaan sedih itu, bakalan ketutup sama ribetnya efek dan rasa sakit yang gue dapet.
Berarti ini menyatakan kalau, kebenaran dapat menghancurkan segalanya. Dan sekali lagi, gue lebih takut, bahkan sangat takut mendengar kenyataan ini daripada ngejalanin ini semua.
Gue yakin, Allah akan memberikan semua yang terbaik untuk hamba-Nya, memberikan yang menjadi kebutuhan bagi hamba-Nya. Dan Dia ngga akan memberikan cobaan yang ngga bisa dilewati sama hamba-Nya, hanya Dia yang tau kemampuan seseorang.
Hmm, setelah lo baca ini, apakah ini yang disebut pengecut kawan – kawan? Apakah ini masih ketakutan biasa? Atau gue termasuk definisi sebagai seorang yang pengecut? menjadi seseorang yang takut mendengar kebenaran tentang dirinya. ya sampai saat ini gue berusaha mengontrol ketakutan itu. tapi apa daya ketakutan itu masih lebih besar dari daya gue.
yaps, silakan kalian nilai menurut pandangan masing – masing